TELAH DIDIRIKAN YAYASAN RAJA I SOMBAON. AKTA NO.12, 4 APRIL 2011. NOTARIS: DANIEL PM,SH,MH. SEKRETARIAT: GD.DEWAN PERS LT.5, JL.KEBON SIRIH NO.32-34 JAKARTA PUSAT.TELP: 0213503349,3864167,0818798586.EMAIL: raja.i.sombaon@gmail.com. MOTTO: "TUTURI, URIPI, TONGGOHON".KETUA: Ir.HENDRI NAIBAHO,SEKRETARIS: Drs.H.ZULKODAH DASOPANG,BENDAHARA: IMAS NURHAYANI,SE, PENGAWAS: BERLIN MANURUNG.MARI KITA WUJUDKAN UMPASA-UMPASA BATAK DAN DALIHAN NATOLU.TERTANDA: M.JULIAN MANURUNG (PENDIRI/PEMBINA YAYASAN RAJA I SOMBAON)

SIARAN PERS

Hapus Korupsi Dari Kabupaten Rembang=Negara Kesatuan Republik Indonesia

M.JULIAN MANURUNG: Gerakan Mensyukuri Ditangkapnya Koruptor

  Sudah saatnya rakyat Indonesia dimana pun berada mulai mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa karena para pelaku korupsi atau koruptor di negeri Indonesia satu persatu mulai menghuni bui/penjara menanggung akibat dari perbuatannya menguasai, merampas dan menipu rakyat Indonesia dengan cara-cara yang kasar, berjamaah maupun secara sistematis.

  ”Rakyat Indonesia dimana pun berada, mari mulai kita syukuri, ucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mulai banyaknya para koruptor di negeri ini yang tertangkap, ditangkap, diadili dan masuk bui/penjara akibat perbuatannya merampas hak-hak kita sebagai rakyat. Kepada kader dan simpatisan FKI-1 dimana pun berada, diminta sejak hari ini untuk memulai Gerakan Mensyukuri Ditangkap dan divonisnya para Koruptor”, ungkap M.Julian Manurung, Ketua Umum Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) dalam sambutannya saat membuka seminar berthema ”Hapus Korupsi dari Kabupaten Rembang=NKRI”, 17 Oktober 2011 di Hotel Puri Indah Rembang Jawa Tengah.

  M.Julian Manurung menyebutkan, kita sebagai rakyat Indonesia yang bukan hanya sebagai pelengkap sebuah pemerintah dan negara, sudah seharusnya menyadari bahwa rakyat sebagai pemilik dan pemegang kedaulatan tidak akan pernah sejahtera karena ulah atau prilaku para pejabat korup yang ada hampir di semua tingkatan pemerintah, lembaga maupun badan pemerintah.

  Pada seminar yang meghadirkan narasumber/pembicara dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan), Kementerian Hukum&HAM dan mantan Staf Ahli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M.Julian Manurung menguraikan, bentuk syukur rakyat dengan telah ditangkap dan divonisnya pejabat korup di wilayahnya masing-masing akan menjadi sebuah hukuman tambahan dari rakyat bagi para pelaku korupsi di tengah-tengah masyarakatnya, sekaligus merupakan bentuk terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah menghukum pelaku korupsi atau dengan kata lain bahwa virus/penyakit korup yang selama ini ada di negeri ini berangsur mulai sirna.

.

  M.Julian Manurung juga menyampaikan keprihatinannya terhadap lembaga/badan/instansi pemerintah termasuk pemerintah daerah yang sampai saat ini masih belum maksimal menyertakan rakyat untuk berperanserta dalam mengelola pemerintah. Rakyat masih dianggap sebagai pelengkap adanya sebuah pemerintah atau Negara.

.

  ”Sertakanlah rakyat lebih maksimal dalam mengelola pemerintahan agar rakyat sebagai pemilik kedaulatan mengetahui betul hak dan kewajibannya dalam berbangsa dan bernegara. Pemerintah harus mensosialisasikan undang-undang, peraturan pemerintah dan kebijakan-kebijakannya kepada rakyat. Jangan rakyat dipaksa untuk mengetahui atau mencari tahu sendiri;”, tegas M.Julian Manurung.

.

  Terkait rencana reshuffle kabinet pemerintah yang saat ini dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono disampaikan M.Julian Manurung bahwa reshuffle kabinet memang merupakan hak prerogratif presiden dan karenanya tidak ada satu pihak pun yang dapat mengintervensi, mengintimidasi serta menakut-nakuti presiden.

.

  ”Ada atau tidaknya reshuffle kabinet dan siapapun yang akan diangkat atau diganti menjadi pembantu presiden, tidaklah terlalu dipikirkan oleh rakyat, karena rakyat diantaranya butuh peningkatan kesejahteraan. Dan mungkin, kalau rakyat ditanya tentang apakah diperlukan pembantu presiden dari partai politik, tidak tertutup kemungkinan rakyat akan menjawab, apakah ada calon presiden yang saat kampanye pemilihan presiden yang dengan jujur mengatakan bila terpilih menjadi presiden akan mengangkat para pembantu atau menterinya dari ketua-ketua umum atau kader partai politik atau akan berkoalisi?” kata M.Julian Manurung seraya mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudoyono dapat menoreh tinta emas dalam sejarah bangsa Negara kesatuan Republik Indonesia.

.

17 Oktober 2011

Ketua Umum/Pendiri

ttd

M.Julian Manurung

Sekretariat: Gd. Dewan Pers. Jl.Kebon Sirih No: 32-34 Jakarta Pusat. Tlp: (+6221) 3503-349, 3864-167. Hp. +62818-798-586.Email : fkisatupusat@gmail.com.Website :www.apindonesia.com.

Sebelumnya :

Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1)
Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, No.32-34, Jakarta Pusat
Tlp. +6221-3503349, 3864167, Hp. +62818798586 , Email : fkisatupusat@gmail.com

fkisatu@2010