DPP FRONT KOMUNITAS INDONESIA SATU (FKI-1) MENGUTUK KERAS PELEDAKAN BOM DI JW MARRIOT JAKARTA (17/7) DAN HOTEL RIZT CARLTON
 

SIARAN PERS DPP FKI-1

Lahirnya Organ Pendukung Capres Harus Dicermati dan Dikritisi
M.Julian Manurung: FKI-1 Lahir Bukan Karena Kontrak Politik

Jakarta,(1/5). Menanggapi banyaknya organ atau elemen pendukung calon presiden (capres) menjelang pemilu presiden (pilpres) ternyata sudah dicermati oleh DPP Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) jauh sebelum pemilu legislatif (pileg) digelar 9 April lalu. Sehingga DPP FKI-1 merasa perlu mengingatkan para kadernya di seluruh wilayah untuk lebih hati-hati/kritis/waspada dan tidak mudah terpengaruh untuk diajak bergabung.

Apalagi kelahiran organisasi atau tim tersebut, baik dipusat pemerintahan maupun daerah sangat tidak lazim. “Jauh sebelum pileg digelar saya sudah banyak pertanyaan dari kader FKI-1 dari berbagai daerah tentang hadirnya organ-organ, elemen-elemen, sekoci pendukung capres di daerah maupun adanya elemen masyarakat yang wujudnya seperti huka-huka alias hantu yakni tidak memiliki badan hukum, tidak jelas siapa pemimpinnya, dimana alamat sekretariat pusatnya. Karena itu saya sampaikan kepada para kader melalui edaran agar tidak mudah terpengaruh, wajib mengkritisi dan paling utama adalah mengingat pengalaman masa lalu yakni rasa kecewa, penyesalan, malu dan rasa bersalah kepada masyarakat/rakyat,” ungkap Ketua Umum DPP FKI-1, M.Julian Manurung seraya menguraikan bahwa dirinya banyak mendengar dan melihat keluhan-keluhan para pengurus dan anggota organisasi-organisasi pendukung capres tersebut.

Bayangkan, sebut Julian Manurung, organ atau tim sekoci yang lahir menjelang pilpres umumnya akan dengan mudah dibubarkan oleh elite organisasinya seusai pilpres, apalagi hajatnya untuk menduduki posisi atau jabatan di pemerintahan termasuk di BUMN sudah tercapai. Hal itu dengan mudah dilakukan oleh mereka karena memang hajat utamanya adalah memanfaatkan momentum dengan berbagai kelebihan fasilitas, materi dan akses yang dimiliki.

“Salah satu yang memprihatinkan dari keluhan-keluhan orang daerah yang saya dengar adalah begitu usai pilpres para elite pengurus organisasi atau sekoci tersebut sudah tidak bisa dihubungi via telepon maupun ditemui secara langsung. Sementara masyarakat yang sempat dipengaruhi atau diajak bergabung oleh pengurus daerah banyak meminta atau berharap agar orang atau sekoci capres tersebut menjadi salah satu saluran aspirasinya karena sudah turut berperan memenangkan capresnya,” kata Julian Manurung, Ketua Umum DPP FKI-1 yang pada bulan Desember 2008 telah mengundang para pengurus FKI-1 dari seluruh Indonesia untuk menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta dengan salah satu keputusannya adalah mendukung dan siap memenangkan SBY pada pilpres 2009.

Julian Manurung mengingatkan, agar para elit organisasi apapun termasuk parpol untuk tidak lagi hanya menempatkan rakyat sebagai objek semata. Sebaliknya, rakyatpun diharapkan segera lebih menyadari bahwa sebagai individu maupun kelompok warga negara Indonesia memiliki peran yang sangat menentukan terhadap keberadaan dan keberlangsungan sebuah negara. “Saya selalu mengingatkan masyarakat, organisasi, sekoci atau parpol sekalipun jangan dimasuki bila tidak dapat mengayomi dan tidak bermanfaat dalam arti yang positif. Hal ini perlu saya ingatkan, walau FKI-1 lahir atau embrio dari Gerakan Relawan SBY sebelum Pilpres tahun 2004, karena FKI-1 adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) independent dan lahir bukan karena kontrak politik tetapi karena kesamaan visi, misi dan semangat yang dimiliki,” jelas M. Julian Manurung yang juga menyebutkan, sejak bulan April 2008 ormas yang dipimpinnya hingga saat ini telah berhasil menancapkan 337 baliho SBY yang berukuran 3x4 meter dan bertuliskan kalimat “Teruskan Bhakti Mu, Berantas Korupsi, Sejahterakan Rakyat” di berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke.

“Baliho yang kami pasang tersebut memang memajang foto Pak SBY tetapi itu buka dalam rangka kampanye, hanya sebuah pesan moral saja dan pada baliho tersebut jelas tercatat logo dan alamat Sekretariat DPP FKI-1, “ kata M.Julian Manurung yang mengaku bahwa ormas yang dipimpinnya terus berkembang dan diminati masyarakat di pelosok-pelosok daerah sekalipun.

Jakarta,1 Mei 2009
Ketua Umum DPP FKI-1
 Ttd.
(M.Julian Manurung)

Sekretariat:Gd.Dewan Pers.Jl.Kebon Sirih No:32-34 Jakarta Pusat.Tlp:0213503349, 3864167.Hp.0818798586.Emai:satufki@gmail.com.Website:www.apindonesia.com.

Sebelumnya :

Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1)
Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, No.32-34, Jakarta Pusat
Tlp. 021-3503349, 3864167, Hp. 0818798586 , Email : satufki@gmail.com

Desain By nano@2009